This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Depok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Depok. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2016

Nelangsa Kehidupan Anak Ismail Marzuki





JELAJAH -- Gelar Pahlawan Nasional yang disematkan negara kepada pencipta lagu 'Indonesia Pusaka' Ismail Marzuki, tidak serta merta berimbas baik pada kesejahteraan keluarganya saat ini. Kondisi memprihatinkan justru dialami anak semata wayangnya, Rachmi Aziyah Ismail Marzuki. Karya-karya besar sang ayah bertolak belakang dengan kehidupan keluarganya saat ini.

Rachmi kini hidup serba pas-pasan dengan mengontrak di Perum Bappenas A12, RT 1 RW 6, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Rachmi tinggal bersama suaminya dan dua orang keponakannya karena keempat anaknya sudah menikah dan memilih tinggal terpisah dengan mereka.

"Bapak (Ismail Marzuki) kerja di RRI, dan enggak pernah dapat pensiun. Ya begini hidup jadi pas-pasan," kata Rachmi saat ditemui di rumahnya di Depok, Jawa Barat, belum lama ini.

Keterpurukan ekonomi itu bermula saat Ismail Marzuki menderita kanker paru-paru yang mengharuskan dirinya bolak-balik masuk rumah sakit. Rachmi mengisahkan, saat itulah ibunya-istri Ismail Marzuki, Eulis Zuraidah, mulai menjual satu per satu barang berharga untuk memenuhi kebutuhan pengobatan sang ayah.

Sepeninggal sang maestro, Rachmi dan ibunya terpaksa menjual rumah ayahnya di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat dan memutuskan untuk mengontrak di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Sejumlah barang berharga hasil jerih payah sang bapak pun dijual untuk membiayai sekolah dan kehidupannya.
                                                                                                                                         
Untuk menghidupi keluarganya, hampir setiap hari Rachmi dan suami selama 7 tahun berjualan es di depan rumah.  Meja tempatnya berjualan begitu sederhana. Hanya sebuah payung besar digunakannya untuk menghalau panas terik matahari. Di depan rumahnya, Rachmi tak berjualan sendiri. Ada beberapa pedagang lain yang ikut menjajakan jualannya. Meja tempatnya berjualan begitu sederhana. Hanya sebuah payung besar digunakannya untuk menghalau panas terik matahari. Di depan rumahnya, Rachmi tak berjualan sendiri. Ada beberapa pedagang lain yang ikut menjajakan jualannya.

Kini, keriput makin kentara di wajah Rachmi. Namun, semangat bertahan hidupnya tak pernah lekang digerus zaman. Rachmi enggan meminta belas kasihan pada siapa pun, apalagi kepada keempat anaknya yang telah berkeluarga.


Penulis : Galih Nugroho P
Editor  : Risky Candra

Selasa, 27 September 2016

Ini Rekomendasi Perpusatakaan Asik Untuk Tempat Nongkrong


JELAJAH – Perpustakaan adalah fasilitas yang di gunakan untuk membaca dan meminjam buku. Tapi bagi kebanyakan anak muda, perpustakaan identik dengan tempat yang suram dan tidak menyenakan untuk di datangin. Mulai dari suasana yang sepi hingga design interior yang tidak menambah minat anak muda ataupun orang-orang untuk mendatangi perpustakaan.

Kali ini Redaksi Jelajah akan memberi kalian informasi tentang perpustakaan asik yang jauh dari kesan suram dan menyeramkan.

Berikut rekomendasi perpustakaan yang wajib Anda sambangi :


1.Reading Room
Buang jauh-jauh gambaran kalian tentang perpustakaan yang sepi, buku yang berdebu hingga petugas yang jutek. Karena di Reading room ini kalian tidak akan menemukan hal yang ada digambaran kalian tersebut. Kesan asri, nyaman dan hangat lah yang akan kalian rasakan bila sudah menjejakan kaki di dalam perpustakaan ini, sebagai mana mata yang sedang dimanjakan oleh buku yang kalian baca, tubuh juga akan di manjakan oleh interior-interior yang membuat kalian rileks ketika membaca buku ditempat ini dan bahkan bisa membuat kalian betah berlama-lama membaca buku ditempat ini. Perpustakaan berlantai dua ini memiliki suasana membaca yang berbeda pada setiap lantainya, di lantai satu kalian bisa mendapatkan suasana tenang untuk membaca koleksi buku sedangkan di lantai dua kalian bisa mendapatkan kesan suasana yang berbeda, Karena Dari lantai dia ini kalian akan melihat pemandangan hiruk pikuk aktivitas dikemang tanpa suara bising yang berlebihan seakan-akan kalian diajak melihat pertunjukan pantomin dalam kehidupan nyata. Banyak buku yang menjadi koleksi dari perputakaan ini, dari buku koleksi pribadi Richard Oh hingga koleksi buku langka pun ada. Tapi sangat disayangkan, kalian tidak di perkenankan untuk meminjam buku  di perpustakaan ini karena rata-rata koleksi bukunya itu adalah buku langka yang sudah sulit ditemukan. Bagi kalian yang hobby berselancar di dunia maya jangan khawatir, karena Reading Room juga memberikan fasilitas freeWifi bagi kalian. Masih ragu mau dateng ke Reading Room? Rugi deh kalau masih ragu, jadi langsung aja dateng ke perpustakaan yang terletak di Jalan Jl Kemang Timur Raya No 57. Buka pada jam 10 pagi hingga 12 malam pada hari Minggu - Rabu, dan jam 10 pagi hingga 2 pagi pada hari Kamis-Sabtu.



2. Comic Café
Bagi kalian pecinta komik gak ada salahnya coba dateng ke comic café yang terletak di Jalan Tebet Raya No.53D yang buka setiap hari dari jam 9 pagi hingga jam 12 malam. karena kalian akan disuguhkan koleksi komik dari segala penjuru dunia. Ditambah konsep interiornya yang ngomik banget bakal membuat kalian ngerasa baca komik ditemenin tokoh komik idola kalian loh. Nggak Cuma komik yang ditawarin disini, kalian juga bisa memesan makanan dan minuman sebagai pelengkap temen kalian saat baca komik di sini. Kalian juga bisa membeli komik favorit kalian disini loh. Jadi buat kalian pecinta komik wajib deh buat dateng ke comic café entah itu buat baca-baca buku yang ada atau membeli komik ditempat ini.



3. Zoe Café
Zone Of Edutaiment adalah salah satu perpustakaan tersembunyi yang berada di jalan Margonda Raya No.27 Depok. Walaupun koleksi buku yang ada disini engga terlalu banyak kayak perpustakaan umum, tapi jangan khawatir. Kalian bakal disuguhkan bahan bacaan yang menarik dan jarang ada diperpustakaan pada umumnya. Novel langka pun ada dalam koleksi Zoe café ini untuk kalian baca. Selain bisa membaca ditempat kalian juga bisa membeli koleksi buku yang ada di tempat ini asalkan buku yang kalian minati masih ada di tempat ini ya guys.



4. Buku Kafe
Perpustakaan tersembunyi kedua di daerah depok. Kali ini buat kalian penikmat karya-karya sastra, tempat ini wajib kalian datangin, konsep interior yang terkesan damai dan hangat membuat kalian para penikmat sastra akan betah membaca buku ditempat ini. Pencahayaan yang pas untuk membaca menambah kesan damai ketika kalian menikmati dan meresapi kata perkata dari buku sastra yang ada di tempat ini. Tapi bukan hanya buku-buku sastra yang menjadi koleksi di tempat ini, banyak koleksi buku yang bisa menambah pengetahuan kalian, bahan bacaan ringan pun juga ada di tempat ini seperti komik, novel dan majalah. Makanan dan minuman juga kalian bisa pesan untuk menambah kenyamanan kalian ketika membaca buku di tempat ini. Yuk langsung aja dateng ke buku kafe yang terletak di jalan Margonda Raya, Kemiri Muka. Depok.


Penulis : Achmad Maulana
Editor   : Risky Candra

Jumat, 23 September 2016

Cerita sedih anak semata wayang Ismail Marzuki


DEPOK -- Gelar Pahlawan Nasional yang disematkan negara kepada pencipta lagu 'Indonesia Pusaka' Ismail Marzuki, tidak serta merta berimbas baik pada kesejahteraan keluarganya saat ini. Kondisi memprihatinkan justru dialami anak semata wayangnya, Rachmi Aziyah Ismail Marzuki. Karya-karya besar sang ayah bertolak belakang dengan kehidupan keluarganya saat ini.


Rachmi kini hidup serba pas-pasan dengan mengontrak di Perum Bappenas A12, RT 1 RW 6, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Rachmi tinggal bersama suaminya dan dua orang keponakannya karena keempat anaknya sudah menikah dan memilih tinggal terpisah dengan mereka.

"Bapak (Ismail Marzuki) kerja di RRI, dan enggak pernah dapat pensiun. Ya begini hidup jadi pas-pasan," kata Rachmi saat ditemui di rumahnya di Depok, Jawa Barat, Kamis (18/8).

Keterpurukan ekonomi itu bermula saat Ismail Marzuki menderita kanker paru-paru yang mengharuskan dirinya bolak-balik masuk rumah sakit. Rachmi mengisahkan, saat itulah ibunya-istri Ismail Marzuki, Eulis Zuraidah, mulai menjual satu per satu barang berharga untuk memenuhi kebutuhan pengobatan sang ayah.

Sepeninggal sang maestro, Rachmi dan ibunya terpaksa menjual rumah ayahnya di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat dan memutuskan untuk mengontrak di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Sejumlah barang berharga hasil jerih payah sang bapak pun dijual untuk membiayai sekolah dan kehidupannya.

"Terpaksa saya menjual mobil, motor dan alat-alat, tapi bukan alat musik. Hanya piano, alat musik bapak yang dijual." Rachmi masih berusia 8 tahun saat ditinggal pergi sang ayah yang meninggal di usia 44 tahun, tepatnya pada 25 Mei 1958.

Kini, keriput makin kentara di wajah Rachmi. Namun, semangat bertahan hidupnya tak pernah lekang digerus zaman. Rachmi enggan meminta belas kasihan pada siapa pun, apalagi kepada keempat anaknya yang telah berkeluarga.


Penulis : Galih Nugroho P

Minggu, 18 September 2016

Restoran Rumah Tahanan, Merasakan Suasana Makan Dalam Lapas di Depok










DEPOK – Para pembisnis kuliner kini semakin gencar membuat gebrakan baru untuk menarik perhatian para pecinta kuliner. Selain rasa dan tampilan makanan, ternyata keunikan tempat menjadi salah satu nilai jual yang patut dipertimbangkan. Seperti yang diperlihatkan oleh restoran Rumah Tahanan Mie Jambret yang ada di Kota Depok.


Restoran yang berada di Jalan Margonda Raya nomor 455, Beji, Depok ini menghadirkan suasana menyantap makanan layaknya di dalam penjara. Saat sampai di depan restoran, suasana yang diciptakan persis seperti di dalam lapas. Anda akan disambut oleh pelayan yang menggunakan pakaian khas narapidana yaitu baju bergaris hitam-putih, topeng dan nomor dada. Namun, jangan berpikir bahwa suasana akan menegangkan seperti di dalam penjara, karena para pelayan justru akan menyambut anda dengan ramah.

Rumah Tahanan Mie Jambret memberikan pelayanan yang berbeda saat memesan makanan. Ketika kita masuk, kita harus langsung memilih menu yang kita inginkan, tanpa adanya buku menu. Menu yang ditawarkan bisa dipilih langsung dari banner yang telah digantung beberapa langkah setelah pintu masuk. Meski menu yang dijual belum terlalu beragam, tetapi Rumah Tahanan memiliki menu andalan, yaitu Mie Jambret dengan beberapa level. Mulai dari non level sampai level 5, varian tingkat kepedasan diukur dari cabai yang digunakan, yaitu mulai dari 5 cabai hingga 100 cabai.

Selain itu, ada pula nasi goreng hitam yang dibuat sama dengan level 1 sampai dengan level 5. Kemudian, terdapat aneka gorengan dan dim sum. Selain makanan, restoran ini pun menyediakan varian minuman yang tak kalah unik, masing-masing minuman diberi nama dengan hal-hal yang berhubungan dengan penjara, seperti copet, preman, bandar, dan yang lainnya. Setelah memesan makanan, kita harus langsung membayar pesanan kita ke kasir. Jangan takut soal harga, karena harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau mulai dari sekitar Rp 3.000,- sampai dengan RP 20.000,-.

Desain interior di dalam gedung memang mampu membuat suasana semakin terasa seperti ada di dalam tahanan. Bangunan tersebut terdiri atas 3 lantai dimana ruangan-ruangan di dalamnya dibuat dengan jeruji-jeruji besi dan blok-blok yang berbeda. Blok-blok tersebut disusun berdasarkan abjad dan memiliki nama yang berbeda, contohnya adalah “Blok K Tahanan Korupsi”. Dalam satu blok, terdapat 2 sampai 5 meja makan yang disusun sedemikian rupa.

Rumah Tahanan memang benar-benar membuat para pelanggannya bersikap mandiri layaknya di lapas. Saat makanan yang dipesan sudah siap, kita harus mengambil makanan tersebut sendiri. Nama pemesan akan disebut berdasarkan nama yang sebelumnya telah kita sebutkan pada saat kita memesan makanan.

Pelayan memanggil dengan kalimat “Tahanan (sesuai dengan nama pemesan) silahkan mengambil makanan yang sudah siap”.
Tentu saja hal itu menjadi hal yang menarik perhatian para pelanggan. Selain harga yang terjangkau dan pelayanan yang unik, Rumah Tahanan Mie Jambret pun dapat menjadi salah satu tempat yang cocok bagi pecinta kuliner yang hobi berfoto ria. Sebab, pada lantai 3 kini terdapat mural yang sangat selfie-able.

Jika anda pecinta kuliner yang menyukai tempat unik dan tentunya asik untuk berkumpul dengan teman-teman, tempat ini bisa dijadikan salah satu daftar restoran yang wajib kalian kunjungi.


PENULIS : Felldy Aslya Utama
Sumber   : DepokPos