Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inggris. Tampilkan semua postingan
Selasa, 06 Desember 2016
Media Catalan Sebut Ronaldo Sukses Menangi Ballon d'Or
JELAJAH -- Media asal Spanyol, Mundo Deportivo, menurunkan kabar bahwa mega bintang Cristiano Ronaldo akan memenangkan gelar Ballon d'Or tahun 2016. Ronaldo hanya tinggal menunggu prosesi pengumumannya saja.
Ronaldo memang diunggulkan untuk memenangkan Ballon d'Or. Hal ini mengacu pada kesuksesan pemain berusia 31 tahun meraih gelar juara Liga Champions bersama Real Madrid dan Euro 2016 untuk Portugal.
Ronaldo bersaing dengan Lionel Messi yang musim lalu mendapatkan gelar juara La Liga dan mengantar Argentina ke final Copa America.
Mundo Deportivo, media asal Catalan, menulis bahwa Ronaldo sudah pasti memenangkan Ballon d'Or edisi tahun 2016 ini. Mereka juga mengklaim bahwa sang bintang dan Real Madrid sudah mengetahui hasil ini.
Sementara itu, untuk posisi kedua akan ditempati oleh Messi. Posisi ketiga masih menjadi misteri, diprediksi posisi ini akan ditempati oleh salah satu dari Antoine Griezmann, Luis Suarez atau Neymar.
Pemungutan suara untuk para kandidat peraih Ballon d'Or sendiri sudah ditutup. Sementara pengumuman akan dilakukan pada 12 Desember yang akan datang.
Namun, ini tetap masih bukan pengumuman resmi. Jadi, nantikan saja hingga pengumuman resmi ya Bolaneters
Penulis: Rija Nurjaya
Referensi: Bola.net
Minggu, 27 November 2016
Klopp: Pintu Liverpool Selalu Terbuka untuk Gerrard
JELAJAH -- Jurgen Klopp menyatakan Liverpool akan siap membantu Steven Gerrard jika mantan pemainnya tersebut ingin mulai menapaki karier sebagai pelatih.
Setelah meninggalkan La Galaxy, Gerrard yang baru saja memutuskan pensiun sebagai pemain memang mengaku tertarik menjadi pelatih. Mantan kapten The Reds ini telah menolak kesempatan menjadi pelatih MK Dons di League One. Sepertinya, ia ingin menjadi staf pelatih di Liverpool.
Jika memang ingin kembali ke Anfield, Klopp siap menyambutnya. Namun demikian, Klopp tak yakin apakah Gerrard memang ingin mengawali karier kepelatihannya bersama Liverpool di Melwood.
"Pada suatu saat nanti pasti ada pengumuman [tentang masa depan Gerrard], saya sangat yakin. Pintu [Liverpool] selalu terbuka. Jika ia ingin mengawali karier apapun, kami siap untuk membantunya," ujar Klopp seperti dikutip Soccerway.
"Berhentilah terlalu antusias tentang masa depannya. Dalam hidup ini, Anda perlu waktu untuk belajar sesuatu yang baru. Dia pernah menjadi pemain muda dan sekarang ia masih muda dalam satu tahap lainnya. Saya orang yang pantas membicarakan tentang hal ini," tutupnya.
Penulis: Rija Nurjaya
Senin, 14 November 2016
Coutinho Bahagia di Liverpool dan Tak Pikirkan Minat Barca
JELAJAH--Eks pelatih Philippe Coutinho di Vasco da Gama yakni Rodney Goncalvesmengklaim Coutinho bahagia di Liverpoolmeski ada laporan Barcelona tertarik merekrutnya.
Nama Coutinho di musim ini meroket. Kepiawaiannya mengatur serangan serta ketajamannya dalam mengeksekusi bola-bola mati menjadi salah satu faktor kebangkitan Liverpool di awal musim 2016/2017 ini. Ia pun diamati secara intens oleh klub-klub top Eropa.
Salah satu klub yang paling meminati jasa Coutinho adalah raksasa La Liga, Barcelona. Juara bertahan La Liga ini disebut siap memboyong bintang Timnas Brazil tersebut dengan mahar sebesar 65 juta Pounds.
Akan tetapi menurut Rodney Liverpool tak perlu was was dengan adanya rumor tersebut. Sebab ia mengatakan Coutinho bahagia di Anfield.
"Setiap kali kita berbicara ia selalu mengatakan bahwa ia sangat bahagia di Liverpool dan tantangan terbesarnya adalah untuk memenangkan trofi Premier League dan Liga Champions dengan Liverpool," tegas Rodney pada Telegraph.
"Ia tahu bahwa jika ia terus memberikan performa yang bagus untuk Liverpool, ia akan selalu dipilih untuk memperkuat Brasil," cetusnya
Penulis: Rija Nurjaya
Referensi: Bola.Net
Rabu, 19 Oktober 2016
Tidak Ada Gol yang Tercipta, LFC dan MU Berbagi Poin
JELAJAH -- Adu strategi dan jual beli serangan antara Liverpool dan Man United di Anfield berakhir tanpa ada gol yang tercipta. Kedua tim harus puas dengan 1 poin saja.
Liverpool menghadapi rival besar mereka di Anfield pada pekan kedelapan Premier League musim ini. Jose Mourinho bersama Manchester United datang dan menjadi 'tamu' ketiga The Reds di kandang.
10 menit pertama, kedua tim tampak masih saling menjajaki startegi lawan dan belum ada peluang bagus bagi kedua tim. Tanpa Lallana yang duduk di bangku cadangan, Emre Can turun bahu membahu bersama Henderson di lini tengah LFC.
Pertarungan lini tengah terus berlanjut hingga menit 25 dan pasukan Klopp belum mampu membongkar pertahanan Setan Merah.
Peluang bagus pertama bagi The Reds diciptakan oleh oleh Firmino yang sukses menyambut umpan Henderson di menit 29. Sayangnya sundulan pemain Brasil ini tepat ke pelukan De Gea.
Meski The Reds sempat mulai menekan sejak menit 35, namun tetap tidak ada gol yang tercipta hingga babak pertama usai. Skor sementara imbang tanpa gol saat pemain masuk ke ruang ganti.
Babak kedua dimulai dengan tekanan tinggi dan beberapa umpan cepat The Reds. Peluang kembali didapatkan oleh Firmino, namun kali ini umpannya ke mulut gawang gagal disambut oleh Sturridge dan Mane.
Menit 56, Emre Can mendapatkan peluang di kotak penalti. Umpan dari Matip mampu dikontrol dan sempat pula melepaskan tendangan, namun kembali De Gea mampu menepisnya.
Klopp memasukkan Lallana menggantikan Sturridge untuk menambah kekuatan lini tengah di menit 60. Serangan The Reds makin gencar dan makin membahayakan.
Menit 70, sebuah tendangan fantastis Coutinho kembali mampu ditepis oleh De Gea yang malam ini cemerlang di bawah mistar Man United. Masih tanpa gol di Anfield.
Menit 85, Origi dan Moreno masuk menggantikan Firmino dan Milner. Klopp tampaknya mencoba memberikan kekuatan baru di menit-menit akhir pertandingan, namun pertahanan tim tamu tetap gagal ditembus hingga peluit akhir berbunyi.
Pertandingan pekan delapan di Anfield ini akhirnya usai dengan kedudukan imbang tanpa gol dan masing-masing tim hanya mendapatkan satu poin.
Penulis : Rija Nurjaya
Referensi: LFC Indonesia
Kamis, 13 Oktober 2016
Pekan Ini, Arsenal Masih Tanpa Dua Bintangnya
JELAJAH – Pekan ini Arsenal akan menjamu Swansea
City, namun pada pertandingan kali ini The Gunners tidak akan diperkuat oleh
kedua bintangnya. Aaron Ramsey dan Olivier Giroud.
Dilansir ESPN,
Ramsey dikabarkan masih berkutat dengan cedera hamstring. Pekan ini menjadi
pekan ke enam sang pemain absen di laga Premier League, setelah mendapat
cedera, ketika melawan Liverpool di pekan pertama Premier League, 14 Agustus
2016 lalu.
Sedangkan
Giroud mendapat cedera kaki, ketika Arsenal menghadapi Paris Saint Germain
(PSG) di ajang Liga Champions, 14 September 2016 lalu. Di laga tersebut, kedua
tim bermain imbang 1-1.
Wenger
yang tak mau ambil risiko, tidak menurunkannya di pekan ini, ketika Arsenal
dijadwalkan menghadapi Swansea City. Laga tersebut akan dihelat Sabtu 15
Oktober 2016.
"Saya
harus katakan, jika saya kecewa, karena Ramsey juga sudah bekerja cukup keras
untuk cederanya. Namun, dia dalam tahap akhir untuk pilih," ungkap
Wenger.
"Giroud
juga tidak akan ada di lapangan. Saya pikir, dia harus memulai hari dengan
berlari kecil. Dia harus membangun kebugarannya lagi," lanjut dia.
Penulis : Galih
Nugroho
Referensi :
Vivabola.com
Legenda Arsenal: Saya pilih Klopp dibanding Guardiola!
JELAJAH -- Legenda Arsenal Martin Keown menyatakan, bila disuruh memilih antara Jürgen Klopp dan Pep Guardiola, maka pahlawan The Gunners ini akan menunjuk nama pertama.
Keown mengaku tahu sepak terjang beberapa pelatih kenamaan di era terkini saat dia bermain selama lebih dari satu dekade di bawah kepemimpinan Arsene Wenger.
Menurutnya, manajer Liverpool itu lebih banyak memiliki kualitas yang paling mendasar dalam bidang manajerial dibanding juru taktik Manchester City tersebut.
"Klopp. Saya senang dengan kegilaan yang ada pada kepribadiannya," tukas Keown, saat disuruh memilih antara Klopp dan Guardiola.
"Ada sebuah energi dalam dirinya dan dia terlihat bisa menyatu dengan para pemainnya. Baru pagi ini, Divock Origi menyatakan, dia tahu sang manajer percaya pada dirinya, sekali pun dia tampil baru lima kali dari bangku cadangan di Liga Primer Inggris."
"Klopp membuat keseluruhan tim ini merasa penting. Jika seseorang menunjukkan kepecayaan pada diri Anda, maka terkadang itulah hal yang paling diperlukan," paparnya.
Penulis: Rija Nurjaya
Referensi: LFC Indonesia
Bagi Carra, LFC vs MU lebih dari sekedar pertemuan Klopp dan Mourinho
JELAJAH -- Jamie Carragher meyakini jika nama besar, manajer terkenal dan banyak hal lain akan membuat pertandingan Premier League makin menarik.
Jelang pertandingan Liverpool vs Manchester United, beragam sudut pandang dan tanggapan dari pakar dan pundit mulai muncul dan salah satunya dari legenda LFC, Jamie Carragher. Menurut mantan pemain The Reds ini, banyak hal yang akan berpengaruh dalam pertandingan bigmatch.
Carra menjelaskan: "Ini (manajer) memang titik pembicaraan untuk setiap pertandingan besar. Kita tahu di awal musim seperti ini betapa pentingnya nama-nama besar, seberapa besar mereka bahkan beberapa adalah tokoh terbesar di dunia sepakbola." ujar Carragher.
"Kami menemukan diri kita selalu berbicara tentang manajer yang sekarang lebih dibicarakan ketimbang pemain, yang saya pikir beberapa orang menikmatinya, beberapa orang tetap berpikir bahwa tetaplah nanti pemain yang ada di lapangan." lanjut Carragher.
"Bagaimanapun cara melihatnya, itu semua hanya menunjukkan bahwa inilah Premier League sebagai kompetisi yang besar." tutup Carragher.
Penulis: Rija Nurjaya
Referensi: LFC Indonesia
Milner: Hendo Kapten Hebat di Liverpool, Calon Pemimpin Besar di Timnas Inggris
JELAJAH -- James Milner berharap Jordan Henderson bisa menularkan kehebatannya sebagai kapten Liverpool di panggung internasional ketika dia memimpin Inggris melawan tuan rumah Slovenia, (Rabu (12/10) dinihari.
Dengan dicadangkannya Wayne Rooney, Henderson dipilih sebagai kapten Inggris pada ajang kualifikasi Piala Dunia oleh manajer sementara Gareth Southgate.
Menjadi wakil kapten Liverpool membuat Milner tahu dengan baik kemampuan Henderson menjadi kapten, dan dia tidak ragu bahwa rekan setimnya itu akan melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik.
"(Penunjukan Hendo jadi kapten) menakjubkan dan sangat layak," kata Milner Liverpoolfc.com.
"Dia adalah pemain top dengan sikap top. Dia kapten hebat di sini, jelas karena saya bermain di bawah dia dari tahun lalu. Tahun lalu jadi masa yang sulit ketika dia cedera dan sangat ingin berada di lapangan, tetapi dia adalah seorang pemimpin hebat bahkan ketika ia tidak bermain, yang bukan hal yang termudah untuk dilakuka.” Lanjut Milner..
"Dia telah menunjukkan betapa bagusnya dia sebagai kapten. Ketika hal-hal tidak berjalan baik bagi Anda, saat itulah kekuatan Anda muncul sebagai kapten. Dia menunjukkan bahwa tahun lalu dan jelas tahun ini di lapangan ia telah bermain luar biasa. Dia akan menjadi seorang pemimpin” tutup Milner.
Penulis: Rija Nurjaya
Referensi: LFC Indonesia
Rabu, 12 Oktober 2016
Hadapi MU, Liverpool Tanpa Wijnaldum
JELAJAH -- Liverpool mendapat kabar buruk jelang laga berat di ajang Premier League pekan 8. Seperti yang diketahui, The Reds akan menjamu Manchester United di Anfield pada Selasa 18 Oktober 2016 mendatang.
Di laga tersebut, The Reds kemungkinan besar tidak bisa memainkan
gelandangnya, Georginio Wijnaldum. Pemain berusia 25 tahun tersebut mendapatkan
cedera.
Dilansir Manchester Evening News, Wijnaldum mengalami cedera
hamstring ketika Belanda bentrok dengan Prancis di kualifikasi Piala Dunia 2018
zona Eropa. Dia kemudian ditarik keluar di menit ke-62 dan digantikan oleh Bast
Dost.
Belum diketahui mengenai seberapa parah cedera yang didapatkan
sang pemain. Namun, dia kemungkinan besar akan absen hingga 3 minggu ke
depan.
Jika benar Wijnaldium absen di laga kontra Setan Merah akhir
minggu mendatang, manajer Liverpool, Juergen Klopp kemungkinan akan
menurunkan Emre Can sebagai pengganti.
Wijnaldum bergabung dengan Liverpool di bulan Juli 2016 lalu. The
Reds memboyongnya dari Newcastle United dengan mahar 30 juta euro (Rp435
miliar).
Penulis
: Galih Nugroho P
Referensi
: Vivabola.com
Liverpool Vs MU Dipimpin Wasit Mancunian
JELAJAH -- Pertandingan panas dari kancah
Premier League akan tersaji pada Selasa dini hari, 18 Oktober 2016, pukul 02.00
WIB, kala Liverpool menjamu Manchester United. Belum apa-apa, laga yang biasa
disebut North West Derby ini sudah menimbulkan "hawa panas".
Dikutip The Sun, wasit yang
memimpin pertandingan nanti adalah Anthony Taylor. Yang membuat penunjukannya
beraroma kontroversi karena Taylor adalah seorang Mancunian, atau orang asli
Manchester.
Taylor adalah wasit kelahiran
Wythenshawe. Tempat dia tinggal hanya berjarak 6 mil atau hanya 9,6 kilometer
dari markas MU, Old Trafford.
Taylor sudah sejak Januari
tidak memimpin laga Liverpool. Laga The Reds (julukan Liverpool) terakhir yang
dipimpinnya adalah kala menang 1-0 atas Stoke City di ajang Piala Liga.
Kontroversi seperti ini bukan
yang pertama kali dialami Taylor. Musim lalu, penunjukan dirinya sebagai wasit
juga diiringi protes dari fans Everton, jelang pertandingan semifinal Piala FA
melawan MU.
North West Derby akan menjadi
pertandingan Liverpool perdana bagi Taylor setelah terakhir menjadi wasit di
pertandingan Swansea City, musim lalu, tepatnya pada bulan November. Musim ini,
dia sudah memimpin tujuh laga dan mengeluarkan 23 kartu kuning.
Penulis
: Galih Nugroho P
Referensi
: Vivabola.com
Hadapi MU, Liverpool Andalkan Dua Pemain Ini
JELAJAH -- Liverpool dijadwalkan menghadapi
Manchester United di pekan 8 Premier League. Legenda The Reds, John Aldridge
memberikan saran kepada Klopp jelang laga.
Bagi Aldridge, Klopp wajib
mengandalkan Philippe Coutinho dan Daniel Sturridge di laga tersebut. Seperti
diketahui, dua pemain tersebut dalam kondisi mental terbaik.
Tercatat, Coutinho menjadi
andalan Juergen Klopp di 7 pekan awal Premier League. Dia mampu membayar
kepercayaan tersebut dengan mencetak 3 gol.
Sturridge pun demikian. Meski
belum mencetak gol untuk Liverpool, namun sumbangan satu golnya untuk Timnas
Inggris menjadi sebuah modal berharga untuk sang pemain.
"Jika Adam Lallana tidak
bisa tampil ketika melawan MU, sebaiknya mengandalkan Philippe Coutinho sebagai
gelandang serang. Dan juga Sturridge yang diletakkan sebagai penyerang,"
kata Aldridge, seperti dilansir Express.
"Coutinho bisa membawa
perubahan ketika Liverpool menghadapi Swansea. Dia punya peran lebih bebas
ditempat tersebut," Aldridge melanjutkan.
Kedua tim sudah saling bentrok
sebanyak 169 kali. Setan Merah lebih dominan dengan meraih 68 kemenangan,
sedangkan The Reds meraih 56 kemenangan dan sisanya berakhir imbang
Penulis
: Galih Nugroho P
Referensi
: Vivabola.com
Kiper Liverpool Bikin Warung Kopi
JELAJAH -- Kiper Liverpool Simon Mignolet kini
mempunyai pekerjaan sampingan, selain menjaga gawang The Reds ternyata Mignolet
kini mencoba peruntungan di dunia bisnis dengan membuka warung kopi (Warkop) di
Sint Truiden, Belgia.
Kiper
internasional itu mengungkapkan, dia tidak secara langsung mengelola warung
itu. Dia mempercayakan pengelolaan kepada saudara, Wouter, dan istrinya, Jasmien.
"Nama
tokonya adalah TwentyTwo (22). Itu mengacu ke nomor punggung saya," kata
Mignolet seperti dilansir Tribal Football, Rabu 12 Oktober 2016.
"Saya
harap nama ini ini membawa sukses yang sama kepada saya seperti saat saya
bertanding," tuturnya.
Demi
mengundang pengunjung yang datang, Mignolet pun menggelar acara nonton bareng
di warung kopinya itu. Tidak hanya itu, warung miliknya juga menyediakan
berbagai kopi berkualitas internasional.
"Sepak bola
dan olahraga tidak terpisahkan. Kami ingin menayangkan laga Liverpool dan
olahraga lain," lanjutnya.
"Tapi
bagaimana pun juga, yang terpenting adalah kopinya. Kami membuat kopi terbaik
buatan rumah. Karena alasan itulah kami menggiling sendiri biji kopinya," tambahnya.
Bisnis
warung kopi ini disinyalir bisa mengisi waktu luang Mignolet musim ini, yang
posisinya sebagai kiper utama Liverpool digeser oleh kiper anyar Loris Karius.
Penulis : Galih Nugroho P
Referensi : Vivabola.com
Senin, 03 Oktober 2016
MU menelan hasil negatif setalah ditahan imbang tim juru kunci di Old Trafford
Manchester United lagi-lagi memetik hasil tidak maksimal usai
ditahan imbang oleh Stock City di Old Trafford, Minggu 2 Oktober 2016 dalam
laga lanjutan Premier League dengan skor 1 - 1.
Tim
besutan Jose Mourinho itu mengambil inisiatif serang sejak menit awal. Saat
menit ke 3 Paul Pogba melakukan penetrasi dari sisi kanan. Namun laju pemain
termahal dunia itu mampu diadang bek Stoke.
Stock
pun tidak tinggal diam, beberapa kali Stock City melancarkan Counter Attack ke
daerah pertahanan MU. Hasilnya terlihat di menit 15 Xherdan Shaqiri melepaskan
umpan silang mendatar ke tengah kotak penalti. Namun Joe Allen yang berdiri
bebas malah mengarahkan bola tepat ke pangkuan kiper David De Gea.
Menit
17, MU mendapat peluang emas, kembali melalui Pogba. Dia mendapat umpan tarik
di dalam kotak penalti. Tinggal berhadapan dengan kiper, namun sepakan bekas
penggawa Juventus itu masih melebar.
MU
terus menekan di 10 menit akhir babak pertama. Tapi usaha mereka tidak
membuahkan hasil. Sampai waktu jeda, skor kacamata bertahan.
Di
babak kedua MU menaikkan intensitas menyerang untuk meraih 3 poin. Tapi
pertahanan solid yang perlihatkan pemain Stock membuat para pemain MU terlihat
frustasi.
Pada
menit 67, Mourinho membuat keputusan tepat memasukkan Anthony Martial. Hanya
berselang 2 menit, bintang muda Prancis tersebut memecah kebuntuan. Dia
melepaskan tembakan lengkung setelah mendapatkan bola liar di dalam kotak
penalti.
Dalam
laga tersebut manajer Jose Mourinho kembali mencadangkan kapten tim Wayne
Rooney. Selain itu dia juga memarkir gelandang Marouane Fellaini dan lebih
memilih Ander Herrera sebagai tandem Paul Pogba.
Keunggulan
1 - 0 tidak dapat dipertahankan oleh para pemain MU. Di menit 82, Joe Allen
menceploskan bola ke gawang kosong setelah kiper David De Gea memblok tendangan pemain Stock lain disisi kiri. Kedudukan 1 - 1
bertahan hingga akhir laga.
Dengan
hasil ini MU menduduki posisi 6 klasemen menggeser Chelsea yang memiliki poin
sama dengan MU. Untuk Stoke, sementara mereka beranjak dari status juru kunci,
walau tetap berada di zona degradasi, posisi 19.
Susunan
pemain:
MU: David De Gea, Antonio
Valencia, Chris Smalling, Eric Bailly, Daley Blind, Ander Herrera (Memphis
Depay 84'), Paul Pogba, Jesse Lingard (Anthony Martial 67'), Juan Mata (Wayne
Rooney 67'), Marcus Rashford, Zlatan Ibrahimovic.
Stoke
City: Lee
Grant, Erick Pieters, Glen Johnson, Ryan Shawcross, Geoff Cameron, Martins
Indi, Glenn Whelan, Joe Allen, Xherdan Shaqiri (Phillip Bardsley 90'), Marco
Arnautovic (Jonathan Walters 77'), Wilfried Bony (Peter Crouch 77').
Referensi
: Vivabola.com
Penulis
: Galih Nugroho
Swansea City Vs Liverpool: Liverpool Kembali Menuai Kemenangan
JELAJAH -- Liverpool melanjutkan trend positif kemenangannya di Liga Inggris, kali ini yang menjadi korban keganasan The Reds adalah Swansea City. Bermain di Stadion Liberty, Swansea harus mengakui kemenangan Liverpool 2-1 di kandangnya sendiri. Tampil dengan mayoritas penggawa terbaik, Liverpool langsung berusaha untuk memgang kendali permainan sejak awal laga.
Tapi justru gawang The Reds harus kebobolan terlebih dahulu dengan gol cepat tuan rumah di menit ke 8’ lewat Kakai Leroy Fer. Swansea sangat mengejutkan Liverpool, Fer yang dalam posisi bebas di muka gawang dengan mudah meneruskan umpan sundulan Van Der Hoom, dan Swansea unggul 1-0.
Keunggulan Swansea satu gol semakin membuat tuan rumah percaya diri, hanya saja serangkaian peluang yang mereka dapatkan gagal kembali berbuah gol. Demikaian juga dengan sang tamu Liverpool yang mencoba mengejar ketertinggalan. The Reds masih harus bersabar hingga akhir babak pertama usai.
Di babak kedua Keunggulan Swansea harus sirna, koordinasi permainan yang buruk membuat mereka sulit mengimbangi permainan, di menit ke 54’ Roberto Firmino berhasil berhasil mencetak gol sekaligus memecahkan kebuntuan Liverpool. Berawal dari tendangan bebas Coutinho yang memantul pagar hidup, bola kemudain dilambungkan Henderson dan disambut oleh tandukan Firmino yang berhasil membobol gawang Swansea.
Liverpool kembali berhasil membobol gawang Swansea di menit 84’ lewat eksekusi penalti dari James Milner, setelah sebelumnya Firmino dijatuhkan didalam kotak terlarang, dan papan skor menjadi 1-2. Penalti Milner memastikan poin penuh bagi pasukan Klopp, sekaligus membawa timnya menempel ketat Manchester City di puncak klasemen sementara.
Penulis: Rija Nurjaya
Sabtu, 01 Oktober 2016
Piala Liga Inggris Kini Bernama EFL CUP
JELAJAH – Piala Liga Inggris sepanjang sejarahnya sudah berulang kali berganti nama. Pada musim 2016/2017, Piala Liga Inggris berganti nama menjadi EFL CUP (English Football League Cup). Banyak yang belum mengetahui mengapa Piala Liga Inggris selalu berganti nama, nah untuk kalian yang belum mengetahui kali ini tim redaksi Jelajah akan menjelaskan alasan pergantian nama dari Piala Liga Inggris menjadi EFL CUP.
Piala liga inggris merupakan salah satu kompetesi professional di Inggris, kompetisi ini mulai bergulir sejak tahun 1960. Piala Liga Inggris terus berganti nama sesuai dengan sponsor yang menggawanginya. Pertama kali menerima sponsor musim 1981/1982, adalah Milk Marketing Board menjadi sponsor pertama, dan waktu itu Piala Liga Inggris resmi bernama “Milk Cup”. Bahkan ketika Milk tidak lagi menjadi sponsor pada tahun 1986, berturut-turut Littlewoods, Rumbelows, Coca-Cola, Worthington’s, Carling, hingga Capital One telah menjadi sponsornya.
Capital One menjadi sponsor Piala Liga inggris dari 2012/2013 sampai 2015/2016, menjadikan Capital One Cup nama resmi Piala Liga Inggris. Dan di musim ini tidak ada lagi sponsor yang menggawangi Piala Liga Inggris. Setelah Capital One tidak menjadi sponsor, Piala Liga Inggris tidak kembali dengan nama lama yaitu Football League Cup, melainkan berganti nama EFL CUP alias English Football League Cup.
Ini merupakan proses re-branding Football League, Sebagai bagian dari proses re-branding tersebut, logonya pun diganti. Logo untuk EFL terbilang lebih modern, dengan sebuah bola yang terbentuk dari 72 bola kecil yang merepresentasikan 72 klub yang mereka naungi
Penulis : Rija Nurjaya
Editor : Risky Candra
Jumat, 23 September 2016
Guardiola Bela Mourinho
INGGRIS -- Performa Manajer Manchester United Jose Mourinho menuai kritikan dari banyak pihak. Sebab, skuat asuhannya kalah beruntun di dua laga terakhir Premier League.
Akhir pekan lalu, MU secara mengejutkan tumbang 1-3 dari Watford. Sementara di laga sebelumnya, MU juga kalah 1-2 dari rival sekota Manchester City di Old Trafford.
Namun start buruk Mourinho dibela Manajer ManCity Pep Guardiola. Menariknya, kedua manajer papan atas dunia itu kerap diisukan bermusuhan.
Guardiola menyebut sesuatu yang tidak adil menilai performa manajer dari sejumlah kecil pertandingan yang dijalani. Apalagi saat ini musim kompetisi baru berjalan.
"Terkadang ada masa para manajer sulit membawa timnya meraih kemenangan," kata Guardiola seperti dilansir laman olahraga Spanyol, as.com, Jumat, 23 September 2016.
"Kita baru menjalani lima laga Premier League. Dan sesuatu yang tidak adil dengan apa yang terjadi terhadap mereka (para manajer dikritik karena kerap kalah)."
Guardiola juga mengatakan, meski dia memiliki reputasi pelatih bagus, tapi dia tidak bisa menjamin selalu menang. "Mustahil memenangi seluruh laga dan tampil bagus setiap waktu."
Penulis : Galih Nugroho P
Sumber : vivabola.com
Tottenham Hotspur dinilai memiliki skuat yang luar biasa, sehingga bila pemain bintangnya absen mereka melimpah opsi
INGGRIS -- Manajer Middlesbrough Aitor Karanka mengklaim, Tottenham Hotspur bisa tetap tangguh sekali pun bermain tanpa bintangnya, Harry Kane, akhir pekan ini.
Boro akan menyambut Spurs di Riverside Stadium dalam lanjutan Liga Primer Inggris Sabtu esok dengan harapan menghindari kekalahan ketiga beruntun di EPL musim ini.
Kane memang tidak akan terlibat di pertandingan ini seiring dengan dirinya yang dirundung cedera engkel dan masih dalam perawatan selepas membawa Spurs menang 1-0 atas Sunderland pada 18 September silam.
Kendati begitu, Karanka yakin, Spurs tetap memiliki kualitasnya sendiri dan skuat klub London Utara itu diyakini bakal menghadirkan masalah.
"Mereka memiliki pemain-pemain top dan kami harus sadar satu kesalahan di Liga Primer, maka kami dihukum," ujar Karanka kepada reporter.
"Di kompetisi, Anda bisa kehilangan sepuluh menit lalu tak terjadi apa pun. Akan tetapi sekarang, kehilangan sepuluh menit di lapangan berbuah tiga gol."
"Saya kira kami akan lebih kehilangan Alvaro [Negredo] dibanding mereka kehilangan Kane. Mereka memiliki pemain lainnya yang siap tampil, skuat yang luar biasa. Mauricio [Pochettino] akan memainkan seorang pemain yang benar-benar termotivasi."
Boro saat ini duduk di peringkat ke-13 tabel sementara, sedangkan Tottenham menghuni posisi tiga besar.
Penulis : Galih Nugroho P
Sumber : Goal.com
Jelang duel di Old Trafford, bos The Foxes ini memuji Rooney namun mengaku tidak menginginkan jasanya
INGGRIS -- Tidak ada ruang bagi Wayne Rooney di Leicester City seandainya kapten Manchester United itu berniat hengkang ke King Power Stadium. Demikian yang dituturkan oleh manajer Leicester Claudio Ranieri jelang duel kedua tim di Old Trafford, Sabtu (24/9) mendatang.
Rooney belakangan banyak dikritik menyusul tiga kekalahan beruntun yang dialami United sebelum berakhir dengan kemenangan kontra Northampton Town di Piala Liga tengah pekan ini.
Ranieri sendiri tetap menganggap Rooney sebagai pemain kelas dunia. Namun manajer asal Italia itu mengaku sudah sangat bahagia dengan skuat Leicester saat ini sehingga tidak membutuhkan jasa Rooney.
“Dia [Rooney] adalah pemain yang menakjubkan. Seorang juara sejati,” ungkap Ranieri dalam jumpa pers.
“Tetapi saya cinta dengan pemain saya dan saya tidak ingin mengganti pemain saya dengan pemain lain. Saya sangat senang dengan mereka. Kami yakin bisa menjalani musim ini dengan sangat baik,” ujarnya.
United saat ini duduk di peringkat ketujuh Liga Primer Inggris, hanya terpaut dua poin dari juara bertahan Leicester di posisi 11.
Penulis : Galih Nugroho P
Sumber : Goal.com
Sang juara bertahan akan menjadi lawan berikutnya bagi Manchester United pada akhir pekan ini
INGGRIS -- Manchester United bertekad meneruskan kebangkitannya saat menjamu Leicester City dalam lanjutan Liga Primer Inggris matchday keenam di Old Trafford, Sabtu (24/9) malam WIB.
United menjelang pertandingan ini setelah mengatasi perlawanan Northampton Town di putaran ketiga Piala Liga, dan kemenangan itu menjadi pengobat dari tiga kekalahan beruntun yang mereka terima di semua kompetisi.
Sementera itu, Leicester akan menyambangi Manchester setelah tumbang 4-2 dari Chelsea di Piala Liga, dan kebangkitan tentu mereka sasar guna mengembalikan mood.
Terlepas itu, gelandang United Ander Herrera tampaknya memiliki tekad lebih untuk membawa timnya ke jalur kejayaan, dan ia membidik hasil bagus lainnya pada akhir pekan ini.
“Kami mengalami pekan yang buruk dan kami mencoba untuk tetap positif,” kata Herrera berkaca pada kekalahan dari Manchester City, Feyenoord dan Watford. “Kini kami akan menghadapi Leicester di kandang dan setelah kemenangan ini, kami merasa bagus.
“Kami lebih positif dan lebih optimistis. Kami ingin memuncaki klasemen dan kami harus menang; kami adalah Man United. Tentu saja kami akan melawan juara Liga Primer, sang pemenang, jadi kami harus menghormati mereka namun kami akan berusaha untuk menang.”
Untuk pertandingan ini, United harus mewaspadai penyerang Jamie Vardy. Dari empat penampilan terakhirnya melawan Setan Merah di semua kompetisi, penyerang internasional Inggris itu berhasil mencetak tiga gol.
Selain Vardy, penyerang anyar Islam Slimani juga patut dicermati. Dalam 23 penampilannya di liga pada 2016 ini saja, pemain asal Aljazair itu mampu mengemas 22 gol, dan ia baru saja menyumbang brace untuk klubnya pada akhir pekan kemarin.
Di matchday keenam nanti, United kemungkinan tidak bisa menurunkan Anthony Martial (gegar otak), Luke Shaw (kunci paha) dan Henrikh Mkhitaryan (otot paha), selagi Phil Jones dipastikan absen karena masalah lutut ligamen.
Dari kubu lawan, manajer Claudio Ranieri tidak bisa mengandalkan Marcin Wasilewski (skors), Matty James dan Nampalys Mendy (keduanya engkel), sedangkan Kasper Schmeichel (gegar otak) belum diketahui secara pasti apakah bisa diturunkan menghadapi klub idolanya sewaktu kecil.
Penulis : Galih Nugroho P
Sumber : Goal.com





























