Rabu, 30 November 2016

Menantang Nyali Di Museum Santet



JELAJAH -- Anda yang merasa bernyali boleh saja menantang keberanian dengan mengunjungi Museum Santet di Surabaya. Namun bagi yang ciut nyali, jangan coba-coba. Bisa bergidik melihat koleksi seram di museum ini.

Begitu mengintip deretan koleksi di Museum Santet, Surabaya, Anda akan disuguhi pemandangan tali pocong, jelangkung hingga paku bengkok dan ijuk dari dalam tubuh manusia.

Di Museum Kesehatan dr. Adyatama, di Jalan Indrapura 17, Surabaya, Jawa Timur, ini juga menyimpan barang-barang perawatan kesehatan dari berbagai zaman serta benda-benda terkait supranatural.

Karena ada benda-benda supranatural yang tersimpan di dalam museum itulah, tak heran museum ini sering dijuluki museum santet.

Gedung museum ini sebenarnya adalah Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) dan Kebijakan Kesehatan, Departemen Kesehatan.

Di dalam komplek gedung Puslitbang itulah ada juga dua gedung yang dipergunakan sebagai bangunan untuk museum.

Gedung pertama sebagai museum alat-alat kesehatan modern. Sementara gedung kedua adalah peralatan dan sarana pengobatan dan kedokteran tradisional termasuk di dalamnya adalah santet.

Museum ini selesai dibangun pada tahun 2004 diresmikan oleh Dr. Ahmad Sujudi Menteri Kesehatan saat itu.

Awalnya museum ini dirintis oleh Dr. dr. Harijadi Soeparto DOR M.Sc , yang kemudian mengambil penamaan museum dari dr. Adhyatma yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada tahun 1988 hingga 1993.

Dulunya rumah sakit kelamin

Gedung yang dipergunakan untuk museum ini juga pernah dipergunakan sebagai Rumah Sakit Kelamin. Atas kebijakan pemerintah berganti menjadi museum kesehatan.

Hal yang menarik pada museum ini adalah tersimpan rapi cara-cara pengobatan tradisional dan santet.

“Itu ada buku yang digantung, buku itu adalah petunjuk bagaimana cara pengobatan tradisional itu dilakukan termasuk bagaimana santet itu dilakukan dan bagaimana korban yang terkena santet,” kata Hosnan, petugas museum.

Di dalam museum juga terdapat benda yang sering dipakai untuk urusan mistis. Lihat saja tanah kuburan dan tali pocong yang diyakini akan membuat sial bagi mereka yang membawanya pulang, rambut dan paku dari korban santet.

Ada pula boneka yang ditusuk jarum dan foto seseorang yang ditusuk paku dalam kain merah. Juga ada rokok kelobot yang dibentuk mirip boneka orang dan pada bagian tubuhnya tertancap kayu.

Semua benda tersebut kerap dipercayai dan dijadikan sarana untuk melakukan kegiatan supranatural.

Di bagian lain juga disimpan rapi, kayu pohon telor, kayu santen, kayu kengkeng, kayu kelor dan bambu yang semua kayu ini bisa dipergunakan sebagai sarana pengobatan tradisional.

Koleksi lain yakni telur ayam yang di dalamnya terdapat organ-organ aneh. Telur ayam itu digunakan sebagai media penyembuhan alternatif bagi korban santet.

Juga ada koleksi berupa pasir, benda-benda plastik dan biji-bijian yang dikeluarkan dari dalam tubuh korban santet dengan menggunakan pengobatan tenaga dalam.

Ada pula susuk, yakni  logam kecil sepanjang sekitar 1 cm. Susuk itu biasa digunakan oleh orang-orang yang ingin tampil menarik dengan menggunakan kekuatan gaib.

Di etalase lainnya, beberapa benda lain terkait dengan adanya santet juga tersimpan rapi. Seperti potongan usus dari pasien terkena santet, paku bengkok yang dikeluarkan dari tubuh seorang pasien, serta beberapa helai ijuk yang keluar dari tubuh seorang pasien.

Benda mistis lainnya juga bisa dilihat di ruang ini, seperti kain bertuliskan rajah, batu, kain hingga obat-obatan dari dukun. Serta dua boneka jelangkung yang disimpan di dalam etalase kaca. Sarana pengobatan mistis dengan air juga bisa dilihat dimuseum ini.

"Air Berkhasiatnya" Dukun Cilik Ponari Hingga Ki Kusumo

Koleksi museum lainnya adalah aneka air berkhasiat. Sebut saja seperti air dari paranormal Ki Kusumo, air dari dukun cilik Ponari, hingga rumput Fatimah yang diambil dari Arafah yang dipercaya dapat menguatkan kandungan seseorang setelah melahirkan.

Menurut Hosnan, benda-benda supranatural untu menyantet dan korban santet tersebut didapatkan pengelola dari dukun santet.

Di bagian lain melalui album foto dapat dilihat proses penyantetan yang terdokumentasi. Dari foto-foto yang dipajang ini dapat diketahui bagaimana ritual penyantetan berlangsung.

Tak hanya benda-benda supranatural dan medis, museum ini juga mengoleksi benda-benda yang unik. Seperti celana anti perkosaan dan alat perangsang seks untuk pria dan wanita. Ada pula benda berupa vacuum yang berfungsi untuk membesarkan alat kelamin pria.

Penasaran dengan museum santet ini, silahkan datang museum ini buka setiap hari mulai Senin hingga Jumat dengan jam kerja mulai pukul 08.00 hingga pukul 15.00. Sementara pada hari Minggu buka mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.00.


Koleksi museum seperti peralatan dan sarana terkait santet, teluh atau tenung tak bisa dipungkiri, menjadi bagian dari tradisi dan budaya gelap di nusantara. Meski teknologi sudah maju dan berkembang, santet itu ternyata juga masih ada dan dipraktikkan hingga saat ini.

Penulis : Galih Nugroho

2 komentar:

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html
vivi mengatakan...

Kumpulan Arti Mimpi Tentang Koran Dalam Togel Terlengkap
Tafsir Mimpi Jitu

vivi mengatakan...

Panduan Permainan Togel Online Online Kombinasi